PARENTING ARTICLES

/

POOP

Article Tablet Article Mobile

5 Masalah Pup Bayi yang Perlu Diketahui oleh Mama

Seberapa seringkah seharusnya bayi buang air besar dalam sehari dan seperti apa bentuknya? Pada umumnya orang tua baru tidak tahu apa yang harus diperhatikan dari kotoran bayi. Kali ini kita akan membahas masalah kotoran bayi / poop (baca: pup), bagaimanakah pup yang normal dan tidak normal, bagaimana bentuk pup bila bayi diberi ASI atau susu formula, dan bagaimana bentuk pup saat Si Kecil mulai mengkonsumsi makanan padat.1

  1. Berapa normalnya frekuensi pup Si Kecil

Frekuensi  buang air besar yang normal pada bayi tergantung pada usia. Pada bayi baru lahir sampai usia 2 bulan, apalagi yang mendapat ASI, buang air akan sering terjadi, bisa sampai 10 kali per hari. Hal ini disebabkan karena refleks gastrokolika yaitu refleks yang meningkatkan pergerakan usus besar akibat makanan dan minuman masih kuat, sehingga bayi akan buang air besar segera setelah makan. Mendekati usia 2 bulan, bayi mulai tampak jarang buang air besar. Hal ini disebabkan karena fungsi saluran cerna bayi berangsur berkembang, namun koordinasi otot-otot sekitar anus belum sempurna sehingga bayi sukar mengeluarkan  kotoran yang mulai padat. Jadi sepanjang bentuk tinja berbentuk pasta / lembek, buang air besar yang jarang merupakan hal yang normal.1,2

  1. Bentuk pup Si Kecil

Bentuk pup Si Kecil dapat berubah dengan cepat selama beberapa hari sejak lahir. Jenis kotoran pada hari pertama Si Kecil lahir disebut mekonium. Mekonium dapat berwarna hitam atau hijau tua, tebal, lengket dan sulit dibersihkan. Mekonium ini akan bertahan selama 24 hingga 48 jam. Menyusui dapat membantu mekonium keluar, karena ASI yang pertama kali keluar atau biasa disebut kolostrum mempunyai fungsi sebagai pencahar. Antara hari ke 3 hingga 6, pup Si Kecil akan berubah menjadi lebih tipis, dapat berwarna coklat, hijau dan kuning. Setelah hari keenam dan bila SI Kecil sering diberikan ASI, maka pup akan berwarna emas atau kuning dan bau nya pun menjadi lebih ringan. Namun bila mama memberikan susu formula, maka pup Si Kecil dapat lebih padat, berwarna coklat dan berbau lebih kuat.

  1. Apakah ASI dapat menyebabkan diare ataupun konstipasi?

Pada saat bulan pertama, Si Kecil mungkin saja tidak buang air besar dalam beberapa hari. Jarangnya si kecil buang air besar bukanlah suatu konstipasi, hal ini disebabkan karena kemampuan Si Kecil dalam mencerna ASI sehingga pup yang terbentuk hanya sedikit dan menyebabkan frekuensi buang air besar juga lebih sedikit. Hal ini tidak perlu dikhawatirkan karena merupakan hal yang wajar. Pada bayi baru lahir, apalagi yang disusui ibunya, buang air besar sering terjadi hingga 10 kali sehari. Hal ini bukanlah diare dan merupakan hal yang wajar terjadi.

  1. Bagaimana cara mengetahui SI Kecil diare atau konstipasi

Konstipasi merupakan keadaan saat Si kecil kesulitan mengeluarkan kotoran dari tubuhnya. Hal ini terjadi saat tinja keras, berbentuk bulat seperti tahi kambing dan kering. Si kecil akan mengedan dan kesakitan saat mencoba mengeluarkan pup. Diare terjadi bila frekuensi buang air besar menjadi lebih sering dan terjadi perubahan konsistensi tinja menjadi lebih cair. Bila si kecil mengalami konstipasi ataupun diare, sebaiknya mama segera mengkonsultasikan keadaan tersebut pada dokter.1,2,5

  1. Kapan Mama harus berkonsultasi dengan dokter untuk masalah pup Si Kecil

Berikut adalah beberapa tanda yang dapat mama kenali sebelum memutuskan untuk berkonsultasi dengan dokter :

  • Mekonium tetap keluar meskipun telah lewat 5 hari
  • Pup Si Kecil berwarna putih atau tidak berwarna. Meski jarang, namun hal ini menandakan adanya permasalahan pada hati atau kantong empedu
  • Terdapat darah merah pada pup. Darah ini dapat menjadi tanda adanya robekan pada anus yang diakibatkan oleh sembelit.
  • Kotoran bayi berwarna hitam setelah periode mekonium selesai. Hal ini dapat menandakan adanya perdarahan di dalam saluran cerna.
  • Lendir pada pup Si Kecil, yang merupakan tanda dari infeksi pada usus.

Apa yang dapat dikerjakan bila Si Kecil mulai rewel saat pup?

Mama dapat memijat perut atau kakinya sebelum atau saat Si Kecil sedang pup dengan lembut. Mama juga dapat mencoba meletakkan botol air hangat di perutnya, namun pastikan suhunya tidak terlalu panas. Jangan lupa untuk selalu mengajak si Kecil berkomunikasi dengan mengucapkan kata-kata yang lembut dan menenangkan. Semoga membantu.4,5