PARENTING ARTICLES

/

CRY

Article Tablet Article Mobile

Tips Menghadapi Arsenic Hour, Waktu Si Kecil Lebih Sering Menangis

Pernahkah Mama mengalami momen di mana si kecil tiba-tiba mulai menangis di waktu tertentu, yaitu pada waktu sore atau malam hari? Pola menangis yang tiba-tiba dan tanpa henti ini bisa berlangsung selama 30 menit atau bahkan hingga berjam-jam lamanya. Nah, kondisi ini dikenal dengan sebutan arsenic hour atau witching hour, Ma.

Arsenic hour merupakan kondisi normal yang bisa dialami si kecil, dimulai sejak usia 2-3 minggu dan memuncak saat usianya 8 minggu. Biasanya si kecil yang sedang menangis saat arsenic hour susah untuk dibuat tenang meski beragam cara sudah Mama upayakan, termasuk menyusui.

Penyebab dan solusi menenangkan si kecil saat arsenic hour

Meski si kecil menjadi sangat rewel di waktu arsenic hour tersebut, bukan berarti Mama atau Papa harus berdiam diri. Mama bisa mencari tahu apa saja yang bisa menjadi penyebab si kecil menangis dan mencari solusi lain untuk membantu mengurangi tangisannya.

  • Kolik

Kondisi rewel selama berjam-jam saat arsenic hour bisa menandakan risiko kolik yang sedang ia rasakan. Si kecil yang kolik (menangis tanpa alasan jelas selama berjam-jam) kerap mengepalkan tangan dan melingkarkan kakinya. Otot perutnya pun akan terasa lebih kencang saat Mama periksa. Selain itu, kolik yang terjadi di arsenic hour menyebabkan si kecil menangis kencang hingga membuat wajahnya memerah.

  • Kelelahan

Kondisi tubuh si kecil yang terlalu lelah adalah alasan utama mengapa si kecil rewel di malam hari. Pola tidur yang buruk juga bisa turut memicu kelelahan dan membuat rewelnya tak terhindarkan. Untuk mencegah hal ini, jangan lupa untuk menidurkan si kecil di siang hari atau sesuai pola tidur usianya ya, Ma.

  • Overstimulasi

Memberikan stimulasi di periode emas tumbuh kembangnya memang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan si kecil di banyak hal. Namun, pemberian stimulasi yang berlebihan (overstimulasi) sepanjang hari dapat membuatnya kelelahan dan memicu rewel di malam hari. Untuk mencegah hal tersebut, hindari bentuk stimulasi dalam bentuk suara, cahaya atau kegiatan yang terlalu berisik agar ia tidak terganggu dengan perubahan waktu malam yang tenang.

  • Gangguan cerna

Penyakit yang menyerang sistem pencernaan seperti diare, sembelit atau perut kembung bisa pula menjadi penyebab si kecil rewel saat arsenic hour. Bila si kecil masih mendapat ASI dari Mama, ada baiknya jika Mama berhati-hati mengonsumsi makanan atau minuman yang Mama konsumsi. Hindari makan makanan pedas atau minum minuman bersoda dan mengandung kafein ya Ma.

  • Kelaparan di malam hari (cluster feed)

Si kecil yang rewel di malam hari juga bisa menandakan bahwa ia cenderung lebih mudah lapar di malam hari. Kondisi ini dikenal dengan sebutan cluster feed. Normalnya, bayi menyusui setiap satu jam sekali agar dapat tidur lebih lama di malam hari. Bila si kecil cluster feed, ia membutuhkan waktu menyusui yang lebih lama dan tidur jika sudah kenyang menyusu.

Hal terpenting untuk mengatasi si kecil yang rewel saat arsenic hour adalah dengan tetap tenang ya, Ma. Bila si kecil mulai terlihat akan menangis, berikan ia ASI atau MPASI sehat (sesuai usia) untuk meredakan rewelnya. Bila tidak berhasil, buatlah beberapa trik yang sudah Mama rencanakan bersama Papa, seperti membacakan buku cerita bergambar, memijat atau menyanyikan lagu nina bobo. Mama juga bisa memandikan si kecil dengan air hangat dan bercanda bersama, supaya ia merasa tenang dan nyaman setelahnya.