PARENTING ARTICLES

/

CRY

Article Tablet Article Mobile

Perubahan pada Otak Mama di Masa Menyusui

Becoming a mother changes your life in so many ways. Pepatah tersebut sepertinya tepat dalam menggambarkan Mama yang baru saja memulai perannya sebagai ibu baru. Menjalani masa kehamillan dan menyusui nyatanya merubah sedikit banyak aspek dalam hidup Mama, termasuk di antaranya perubahan fisik, kebiasaan hidup (lifestyle), juga perubahan sifat dan emosi yang dipengaruhi oleh perubahan struktur dalam otak Mama.

Tak hanya bentuk dan berat badan, bagian otak juga berubah

Bentuk fisik berubah secara signifikan seiring dengan bertambahnya usia kehamilan Mama. Setelah persalinan pun, beberapa bagian tubuh yang sebelumnya membengkak tidak langsung kembali seperti sedia kala—saat Mama belum hamil. Ditambah lagi, di masa menyusui mulai terjadi perubahan struktur pada otak Mama yang kemudian memengaruhi perubahan emosional, pola pikir dan juga insting alami Mama terhadap si Kecil. Sebenarnya bagaimana masa menyusui bisa merubah struktur otak Mama?

Menurut hasil suatu studi yang dirilis pada tahun 2011, dijelaskan bahwa proses menyusui dapat memicu terbentuknya saluran neurokimia baru di otak.1 Proses terbentuknya saluran ini dipengaruhi oleh peningkatan kadar hormon oksitoksin yang memang diperlukan dalam proses refluks menyusui. Dengan munculnya saluran neurokimia tersebut, seorang Mama bisa menjadi lebih perhatian dan lebih protektif sehingga mendorongnya untuk lebih fokus terhadap bayinya.

Hasil dari studi yang dilakukan Rapley dan Murkett di tahun selanjutnya turut mendukung hasil tersebut. Menurut mereka, perubahan struktur pada otak Mama yang sedang menyusui juga memicu perubahan sikap Mama, membuat Mama lebih sensitif untuk merespon dan memahami keinginan si Kecil. Berubahnya kadar hormonal tubuh di masa menyusui membuat Mama menjadi pribadi yang penuh cinta. Pasalnya, kadar hormon oksitoksin yang meningkat turut memicu lebih banyak sel reseptor di otak, membuat Mama menjadi lebih sensitif terhadap rasa cinta dan meningkatkan kemampuannya dalam mencintai.

Membuat Mama terhindar dari risiko stres

Beragam perubahan yang terjadi di otak pada masa menyusui tersebut membawa Mama pada satu manfaat lainnya, yakni menjadikan Mama lebih kebal terhadap risiko stres dan depresi.2 Hormon oksitoksin yang berlimpah di masa menyusui membuat reseptor pada otak Mama kurang reaktif terhadap hormon penyebab stres, tegang, khawatir atau rasa bosan. Mood Mama pun tetap terjaga selama masa menyusui.